April 10, 2016

Mendaki Gunung Agung

Gue bukan seorang petualang, serius dah. Tapi gue juga kepo gimana rasanya naik gunung. Jadi ketika diajakin sama segerombolan temen gue yang notabena sudah pernah menjelajah gunung sana-sini, gue mau, tanpa berpikir apa resikonya. Oke deri, kamu memang hebat sekali dalam mengambil keputusan dalam seejap mata. Selamat!


Kejadiannya 30 Agustus 2014. Gue yang saat itu masih anak kos, dengan gampang bisa ikut mnedaki tanpa harus izin sama orangtua, memang nakal sih, cuma saat itu gue berpikir jika gue izin dulu maka pendakian gue batal karena GAK AKAN DAPAT IZIN. Jadi gue dan rombongan langsung berangkat ke Kabupaten Karangasem jam 10 malam. Sampai di Pura Pasar Agung (nama pura tempat kita tidur sejenak, letak puranya di kaki gunung agung), gue sms kakak, kurang lebih begini :
"wika, deri mau mendaki gunung agung, ini udah di kaki gunung, ntar jam 2 pagi mulai pendakian, doain selamat sampai tujuan ya"

Tepat jam 2 pagi, gue dan rombongan mulai pendakian, Gue make 2 jaket, 2 celana training, sarung tangan, kupluk dan masker, karena dingin banget brooooooooo.... gue sih bawa ransel biasa yang isinya cuma 1,5L air aqua dan 1 bungkus Roti Sobek Sariroti, tapi tas gue udah berasa berat banget. 


Ternyata pendakian itu gak seindah yang ada dibenak gue, karena ternyata capek sekali jalan berjam-jam, sebentar-sebentar gue istirahat. Sampai gue sempat berpikir untuk stop dan gak ikut ke atas, tapi apa daya udah dipinggang gunung, siapa pula yang mau nemenin gue turun gunung hahahaha. Singkat cerita kita menikmati sunrise (jam 6 pagi) di tengah jalan. Begini penampakan bego gue liat sunrise dari pinggang gunung :


Melewati hutan-hutan, gue masih bisa, tapi ketika sampai di jalan berbatuan, dan melihat ke atas, astaga tebingnya terjal sekali. Kemudian ada pemandu jalan rame-rame bergerombol lewat sambil gendong bule perempuan yang jatuh dari tebing, keningnya berdarah-darah dan kakinya luka-luka. Gue lemes dan mulai pesimis, gue ketakuan. Mana mungkin gue bisa naik dengan kondisi seperti itu. akhirnya gue memutuskan untuk izin ke teman-teman untuk stop sampai disitu dan gue akan duduk manis menunggu mereka turun dari puncak,


TAPIIIIIIIII gue gak dapat izin.... gue malah dikasi motivasi habis-habisan dari temen-temen. Saking termotivasinya, gue ngebut mendaki dan gue adalah 3 orang pertama (dari total 11 orang) yang sampai di puncak gunung. Dan semua kecapean gue terbayar sudah dengan pemandangan yang luar biasa. GUE BANGGA PERNAH JALAN KAKI KE PUNCAK GUNUNG


 Besoknya, gue balik kerumah dengan kaki pegel-pegel,kulit wajah mengkelupas dan gosong. Dan hal yang paling bikin gue kaget adalah, NYOKAP SAKIT. konon katanya, kakak gue menyampaikan ke orangtua bahwa anaknya yang paling bontot mau mendaki, orangtua maunya melarang tapi apa daya gue sudah dikaki gunung. Nyokap kepikiran gimana nasib anaknya, ya lo maklumin aja, dirumah gue adalah anak paling manja yang tiba-tiba lepas ke pendakian. yah... gue ngerasa bersalah banget dan janji ke nyokap bahwa itu adalah pendakian pertama dan terakhir gue. sekian.

Begini Rasanya Resign

Now Playing : you dont know you're beautiful (cover) by M
Btw makasih pernah ngasi denger lagunya, ternyata masih tersimpan rapi di laptop


Entahlah apa yang mengubah segala pemikiran di otak gue, semenjak berumur 20 tahun, pola pikir gue menjadi sangat berbeda. Sejauh ini, gue selalu menganggap diri ini sudah dewasa dalam konteks bukan anak-anak lagi yang harus bermain-main, sudah ada tangung jawab untuk menghidupi diri sendiri karena notabena sudah lulus kuliah dan sudah bekerja.

Ngomong-ngomong makin lama bahasa gue semakin formal, oke gue coba untuk relax dan menemukan "DERIE ARIYANTI" yang sebenarnya, yang tidak kaku dan serius. Sip, kembali ke topik awal.

Gue udah kenal dunia kerja sejak 01 Juli 2015. Di tahap pertama dunia kerja, gue hanya bertahan 6 bulan, sampai di penghujung 2015 gue memilih untuk resign. Awal 2016 gue tidak bekerja secara formal, gue bikin usaha kecil-kecilan bernama LITTLE NADA yang memproduksi baju-baju untuk batita perempuan. ownernya gue, adminnya juga gue, yah namanya juga usaha kecil-kecilan, jadi karyawan gue cuma 1, yaitu tukang jahit yang merangkap tukang pola.

Setelah 1,5 bulan gue kelola, gue merasakan hasilnya yang lumayan, karena walaupun gue engga kerja tapi gue engga merepotkan orang tua dengan minta uang, yah singkat cerita gue bisa makan, nongkrong dan shopping dari hasil kerja keras gue di LITTLE NADA.

Jujur aja, ortu gak pernah "ngejar" gue untuk cari kerja ditempat formal, mereka ngasi kebebasan untuk gue, sampai suatu hari gue dan sahabat ngobrol cantik di LINE. kurang lebih begini :
sahabat : der, ada lowongan pekerjaan. lo mau ga?
gue : tapi itu kan butuh lulusan ekonomi, apalah gue yang hanya lulusan pendidikan
sahabat : coba aja dulu

Singkat cerita, gue iseng-iseng bawa lamaran kerja ke Bali Safari & Marine Park, melamar sebagai operator. Setelah sebulan menjalani masa interview (5x interview), akhirnya gue lolos sebagai Purchasing.

loh der, kobisa lamar operator lolosnya purchasing?
karena gue punya basic di bagian produksi garmen jadi manager HRD merekomendasi gue masuk purchasing, dan manager Finance menyetujui (tentunya setelah gue di interview)

gimana reaksi lo ?
seneng bangetlah, gue teriak-teriak kegirangan sambil nyetir saking bahagianya


Berselang 1 minggu dari masa interview, tepatnya 14 Maret 2016 gue akhirnya benar-benar resmi menjadi Purchasing Staff di BSMP. 3 minggu disana gue nyaman sekali dengan lingkungannya, pekerjaannya, teman-temannya, dan segala fasilitasnya.

Gue punya temen-temen Purchasing yang "gak pernah marah" alias sabar sekali, selama gue disana, gak ada satupun yang gue lihat marah padahal sehari-harinya kita saling bully, inilah yang gue sebut KELUARGA, walaupun selera musik kita berbeda, opini kita berbeda, daerah kita berbeda, tapi ketika berkumpul, kita bisa menjadi perpaduan yang indah.

Teman-teman di division lain yang sering berbaur bersama kami, ramah-ramah semua. Satu hal yang gue SALUT BANGET yaitu ada 16 Departement (kalau tidak salah) di BSMP yang terdiri dari kurang lebih 700 karyawan, DAN MEREKA SEMUA SALING KENAL. sorry gue capslock karena itu hal dahsyat buat gue. bener, gue heran banget. Setiap Departement punya Office yang berbeda-beda, ada yang bahkan jarak Officenya 500 meteran (namun masih dalam 1 wilayah) tapi kita saling kenal loh, bahkan akrab. Salut banget, menurut gue inilah lingkungan kerja yang sebenarnya.


Sampai akhirnya, tanggal 06 April 2016 gue memutuskan untuk resign karena seatu urusan yang tidak bisa ditunda lagi. Pertama-taman gue bicara sama supervisor, yaitu Mba Henny, setelah dapat solusi dan pencerahan dari Mba Henny, akhirnya gue berani mengajukan izin resign ke Mba Amanda (Finance Manager) dan Ibu Lita (Head of Departement Finace). terimakasih banyak Ibu Lita, Mba Amanda, Mba Henny, Mba Febry dan Ibu Debby (HR Manager) di HRD yang sudah membantu prosesnya.

Tanggal 09 April 2016 jam 17.33 gue sedikit perpisahan kecil sama anak-anak purchasing, yah sekedar menyampaikan kesan selama bergabung, diakhiri dengan salaman, jujur mata gue berkaca-kaca. Benar-benar baru kali ini gue masuk ruang lingkup yang notabena belum lama bergabung tapi sudah menyisakan kenyamanan yang mendalam. Gue keluar dari Lobby Gedung dengan berat, yang ada dipikiran gue hanya "mulai besok, kantor gue bukan disini lagi" dan sejenak flashback ke hari pertama gue masuk gedung, kenalan dengan semua karyawan Finance, dll. Tapi gue harus tetap melangkah, gue percaya karir tak terbatas oleh tempat :)


"terimakasih ya deri, sukses ya... kalau enggak disini, ya disana"
-Febry, HRD BSMP-

March 10, 2016

Cobalah Bersyukur

Halo para pembaca KANSO alias KANDANG SOBEK, sorry gue udah lama sekali engga nulis, terakhir nulis dengan otak waras sepertinya sih tahun 2014, ya gue memang anaknya moody sih kalau nulis dengan tulisan waras, tapi ga gini-gini juga kaliiiiii nulisnya sampai berselang 2 tahun. Okelah, untuk menebus kesalahan, kali ini gue akan membuat sebuah tulisan waras.

sekarang mau nulis apa der ?
nulis tentang pentingnya bersyukur

kenapa harus bahas "bersyukur" ?
karena sebagian orang masih selalu mengeluh dengan hal yang seharusnya disyukuri

terinspirasi dari mana ?
dari hidup gue sendiri


Bahas mengeluh, bersyukur dan masalalu itu engga ada habisnya, karena entah mengapa jika membayangkan masalalu yang indah itu sakit. Kenapa sakit? karena momen itu gak bisa diulang untuk kedua kalinya, kalaupun bisa diulang, rasanya engga akan sama.

Inilah yang jadi penyakit dalam kehidupan gue, dan belakangan gue tau ternyata temen-temen juga begini. Engga sedikit orang-orang mengeluh dan mengatakan :

"pengen balik jadi anak SD yang cuma takut PR Matematika"
"pengen balik jadi anak kecil yang belom kenal apa itu cinta"
"pengen balik kemasalalu, untuk memperbaiki kesalahan"
........... dst

Gue pribadi, setiap menghadapi sedikit masalah (anggap saja masalah kecil) SELALU merenggek dan mengeluh kepada Tuhan, berharap balik ke tahun 2010, tahun 1013 (yang menurut gue sendiri, tahun itu adalah tahun kebahaiaan gue). Bukan hanya sekali, bahkan BERKALI-KALI, mungkin kalau renggekan gue diuangkan, sudah bisa dipakai beli motor matic. Sampai suatu hari gue benar-benar dibawa ke suatu kejadian yang bikin gue kapok merenggek-renggek balik ke masalalu sama Tuhan.

Malam itu gue tidur dengan tenang dan syahdu, kemudian gue bermimpi, begini mimpinya :
Gue menemukan sebuah benda yang entah datangnya darimana, tiba-tiba ada ditangan kanan gue. Tak kurang dari 1 menit, tiba-tiba gue ada disebuah sekolah yang ternyata itu adalah SMAN 1 GIANYAR dengan mengenakan seragam SMA. Gue panik, bertanya kesana-sini "INI TAHUN BERAPA, GUE KELAS BERAPA" seperti orang gila. Oke akhirnya gue sadar, ini adalah tahun 2008, dan gue ada di kelas X (baca:sepuluh). Lo tau apa hal pertama yang terbayang dipikiran gue? SEBELUM BALIK KE MASALALU, GUE UDAH SARJANA S1 DAN SEKARANG GUE KEMBALI KE KELAS SEPULUH BERARTI GUE HARUS BELAJAR LAGI DI SMA SELAMA 3 TAHUN DAN LANJUT KULIAH LAGI SELAMA 4 TAHUN. LO GILAAAAAAAAA KENAPA HARUS KEULANG LAGI MASA-MASA BELAJAR SEPERTI INI !!!!!

Rasanya seperti melewati mesin waktu yang kembali ke 8 tahun yang lalu. Dimasa depan gue punya pacar, gue punya keponakan yang lucu, gue punya pekerjaan, tapi semuanya sudah sirna. Gue sedih, mencoba menghibur diri bahwa gue bisa kembali ke masa depan, tapi itu mustahil. Kemudian gue mencoba berkeliling, banyak perkembangan di tahun 2016 yang gak ada di tahun 2008, gak ada jalan tol, gak ada jalanan yang selalu macet, gak ada ini, gak ada itu. Gue kangen ngomel-ngomel pas lagi macet total, gue kangen setres karena pekerjaan, gue kangen SEGALA HAL yang selalu gue keluhkan, dan tanpa sadar gue nangis, dan gue kebangun. Anehnya, saat bangun tidur pun gue dalam kondisi menangis.



1 hal yang terbayang dalam benak, mungkin Tuhan ingin menegur gue lewat mimpi untuk selalu mensyukuri apapun hal yang membuat gue mengeluh saat ini, untuk tidak melihat kebelakang karena masadepan lebih indah dibanding masalalu, karena masalalu juga indah tapi tidak untuk diulang.

Setelah gue pikir-pikir, untuk gue dan temen-temen lain yang selalu ingin kembali ke masalalu mungkin disebabkan oleh 2 hal :
1. Ada penyesalan
Mungkin banyak kesalahan dimasalalu yang ingin diperbaiki sehingga tidak akan ada yang namanya penyesalan lagi
2. Belum siap mental mengahadapi masalah saat ini
Mungkin ini juga salah satu sebab, seseorang yang MENDADAK menghadapi suatu permasalahan (dalam kondisi belum siap mental) akan merindukan masalalunya yang tidak pernah kenal dengan permasalahan yang dihadapi saat ini

Tapi intinya sih bukan bagaimana kita merenggek, mengeluh, tapi selalu mensyukuri positif dan negatifnya kehidupan saat ini. Perlahan belajar untuk mencerna masalah, mencerna keadaan, dan secara tidak langsung akan membawa diri kita ke arah pemikiran yang lebih dewasa, yang tidak menyalahkan keadaan dan waktu.




by :
Derie Ariyanti
www.kandangsobek.com